Jatuh, bangkit. Terima kasih
Udah lama banget mau lanjutin tulisan yang saya cemaskan, tapi pabji terlalu menggoda sialan memang. Masa bodo mau diharamkan, mainnya sambil dzikir saya, impas kan. Tulisan ini saya persembahkan untuk diri saya sendiri atas apa yang telah diperjuangan selama 23 tahun sampai saat ini, dan teman-teman yang selalu ada saat lu butuh saya aja kan, kampret kalian haha. Dengan segala kerendahan hati ingin mengucapkan terima kasih yang sedalam dalamnya, seikhlas ikhlas dan selapang lapangnya, entah apa yang akan terjadi jika saya sendiri mengambil arah lain, mungkin kita belum bersinggungan sampai saat ini. Dari saya seorang pengidap disorder anxiety akibat apa yang kita lalui, is ok bro I can handle it right now.