Jatuh, bangkit. Terima kasih
Udah lama banget mau lanjutin
tulisan yang saya cemaskan, tapi pabji terlalu menggoda sialan memang. Masa
bodo mau diharamkan, mainnya sambil dzikir saya, impas kan.
Tulisan ini saya persembahkan
untuk diri saya sendiri atas apa yang telah diperjuangan selama 23 tahun sampai
saat ini, dan teman-teman yang selalu ada saat lu butuh saya aja kan, kampret
kalian haha. Dengan segala kerendahan hati ingin mengucapkan terima kasih yang
sedalam dalamnya, seikhlas ikhlas dan selapang lapangnya, entah apa yang akan
terjadi jika saya sendiri mengambil arah lain, mungkin kita belum bersinggungan
sampai saat ini. Dari saya seorang pengidap disorder anxiety akibat apa yang
kita lalui, is ok bro I can handle it right now.
For the past 4 years saya
terjerembab untuk merantau di Serang, bukan tempat yang diidamkan selama ini,
dengan studi agribisnis yang saya terima masukannya dari guru bp yang
mengarahkan, ternyata prodi ini bukan eksak yang saya idamkan malahan prodi
sosial ekonomi yang dari SMA udah saya hindari, nasi sudah terlanjur menjadi
bubur. Sama seperti kalian yang punya impian untuk mendapat kampus terbaik
dengan menjalani studi kalian dengan setengah hati dan berusaha untuk get the hell outta here, bahkan buku les
dan segala macam tes persiapan ujian
masuk pun saya bawa ke kosan buat dipelajarin lagi. Namun lagi-lagi harus
diikhlaskan saja, nahas ternyata keuangan tidak mendukung untuk ikut tes masuk
lagi. Berselang waktu saya udah
mengikhlaskan dan mencoba menikmati setiap sudut kampus dan kotanya, berucap
selamat suka cita dan selamat tinggal pada sahabat yang dapat tercapai citanya
untuk pergi ke kampus terbaik.
Layaknya anak muda yang sedang
menggebu-gebu saya pun pernah nekat untuk daftar ke 5 sekaligus ormawa kampus,
pada saat itu yang saya pikirkan adalah bagaimana caranya bisa spend time
sekaligus menemukan bentuk terbaik saya jika mengikuti ragam ormawa tersebut. Ritme
langkah mulai teratur, dan memilah pun saya lakukan untuk benar-benar menekuni
bidang kuliah dan ormawa. Sifat manusia
alami adalah selalu merasa kurang, bukan berarti saya tidak bersyukur namun
lebih kepada kepuasan batin yang belum didapatkan, kekurangan yang belum saya
dapati di kampus mulai membuat gelisah dan mengambil langkah untuk melebarkan pandangan
sehingga memilih NGO yang berwilayah di Jakarta demi memenuhi kebutuhan, bisa
di bilang saya sangat amat senang bisa bersambat dan mengenal orang baru, ada
kebahagiaan tersendiri. Mungkin kalian juga pernah merasakan ?
Long short story, past 4 years saya
lalui dengan kebahagiaan dan kesedihan. percintaan? I fucked up with it, indeed.
Friendship? I found some, I lost many, but the best will stayed, saya cukup
menyesali ini tapi juga merupakan pembelajaran yang sangat berharga, lagi dan
lagi saya sama sekali tidak membenarkan menghilang dari masalah bukan
menghadapi masalah, I regret it sorry. Study? Akhirnya bisa menyelesaikan dalam
jangka waktu 4,4 tahun, karena setiap orang berada pada garis edarnya bukan. Goals?
seneng banget asli bisa ketemu teman-teman senusantara di beragam event dan
kesempatan, walaupun banyak juga capaian yang nyatanya belum bisa diwujudkan
selama meniti kehidupan di kampus, tapi mendapat cerita dari orang yang
memiliki target yang sama itu melegakan bahkan sampai bisa lupa bahwa capaian
itu belum bisa didapatkan. Ingat betul apa kata nabi Muhammad SAW dalam bersikap
hablumminannas yakni Bawalah kebahagian kedalam hati saudara-mu karena itu
sebaik-baiknya amalan dalam bersaudara.
I spend my whole years looking
for event or project biar dompet saya tetap terisi dan bisa bercengkrama dengan
kalian dan tetap bisa menghidupi kehidupan kuliah, walaupun banyak momen yang saya
lewatkan juga tapi tetap ikut bahagia kalau bisa mendengar ceritanya. Segala kisah,
kasih dan segala masukannya kalian telah menjadi yang terkenang dan bertanggung
jawab menjadikan saya berdiri lagi ketika jatuh, dan menguatkan lagi ketika
sedang porak poranda.
Harapan di detik awal 23 tahun
bulan ini ialah berjanjilah kita akan menjadi sebaik-baiknya manusia yang bisa
memberikan manfaat bagi orang lain. Ada banyak hal tetap berjalan pada kehendaknya
walaupun kita sudah sangat berusaha, Tubuhmu memang libur, tapi pikiranmu terus
bekerja, memikirkan kemungkinan dan tanya “kalau saja” dan “kenapa”. relakan
lah karena tuhan menyiapkan yang terbaik untuk kita.
Jika umur hanyalah sebuah angka, maka aku harap hidup ini menjadi seperti angka 8 yang tidak putus bahagianya. Terima kasih kawan!
Komentar
Posting Komentar