Harapan, dari Alice in Borderland

Alice in Borderland

 

sumber : Netflix


Series gelap dari Alice in Wonderland ini memiliki genre thriller psycological yang di adaptasi dari manga karya Haro Aso yang berjudul sama yaitu Imawa no Kuni no Arisu. Drama ini menyajikan suguhan psikologikal gelap dari sisi hidup manusia. Cinta, pertemanan, keluarga, kekuasaan, keputusasaan, dendam dan yang terakhir adalah harapan, ya dari semua sifat manusia tersebut film ini merujuk kepada satu kesimpulan yaitu harapan. Cerita dalam film ini mengisahkan tokoh utama Arisu (re:Alice) bersama dengan dua sahabatnya Kusabe dan Chota yang masuk kedalam dunia paralel disebut sebagai Borderland ketika mereka hendak bersembunyi dari polisi di toilet Shibuya Station.

Penggambaran tokoh pengenalan dalam series film ini cukup relevan dengan kehidupan sehari-hari. Arisu seorang jenius yang drop out dari perkuliahannya dan di rundung oleh ekspetasi orang tuanya yang menginginkan anaknya agar dapat menjadi seperti dirinya. Tiap orang tua memang menginginkan anaknya buat sukses, tapi apa yang terjadi? terkekang, tanpa kebebasan untuk memilih. Kemudian Chota seorang anak laki-laki yang memiliki ibu sangat religius, tapi yang terjadi malah sebaliknya, ibunya ikut terseret ke dalam sekte agama yang tidak jelas. merasa relate dengan sekitar? iya masih banyak ibu-ibu yang hanya percaya dari kirimin whatsapp grup. Kirim pesan ini atau tuhan akan marah. Kemudian yang terakhir adalah Kusabe, tidak jelas bagaimana kehidupan keluarganya, tapi yang jelas dia adalah yang paling terlihat bandel dan tidak terurus oleh keluarga namun menemukan first lovenya di bar tempat ia bekerja.

Character developmentnya sangat terasa mulus pada setiap tokoh yang ada dalam series ini, nanti kalian juga akan menemukannya saat menonton series tersebut yang merujuk bahwa setiap orang punya masa sulitnya, dan setiap orang punya dua pilihan yaitu putus asa atau harapan. 

Apa yang terjadi di Borderland itu adalah sebuah permainan, permainan bertahan hidup. Masing-masing penyintas memiliki waktu hidup yang disebut dengan visa, dan visa tersebut hanya bisa didapatkan jika mereka memenangkan permainan. Ada yang menarik dari cara mainnya, setiap permainan di ukur menggunakan sebuah kartu Clover (♣️), Spade (♠️), Diamond (♦️) dan Hearts (❤️️).

Permainan Clover (♣️) dengan menguji keseimbangan dan kekuatan pemain, permainan ini bisa selesai dengan kerjasama tim yang kuat.

Permainan Spade (♠️) dengan menguji kemampuan dan aktifitas fisik pemain, permainan ini bisa selesai dengan kekuatan yang bagus.

Permainan Diamond (♦️) dengan menguji kemampuan mental pemain, permainan ini bisa selesai dengan menggabungkan kecerdasan, logika, skill dan perasaan.

Permainan Hearts (❤️️) dengan menguji psikologis serta perasaan para pemain, permainan ini banyak menelan korban karena pengkhianatan.

Tiap tingkatan permainan itu penulis cerita sangat jelas menyematkan pesan tentang pengorbanan. Kenapa pengorbanan? yang gue pahami adalah setiap kehidupan yang seperti permainan ini tujuan kita adalah menang, untuk mencapai menang itu kita butuh pengorbanan. Apakah kita bersedia berkorban untuk orang lain? Apakah kita bersedia mengorbankan teman, keluarga, atau pacar kita? atau mungkin kita berkorban demi diri sendiri? disini lah psikologis bermain, kita dihadapkan pada realita; kalau kita berkorban maka kita akan hilang tanpa bekas, kalau kita mengorbankan mereka maka kita akan kehilangan mereka, dan kalau berkorban demi diri sendri maka selamat ego kalian menang. 

Cukup menarik menantikan kelanjutan dari series Alice in Borderland ini yang sangat mengusik pikiran penontonnya.

Sebagai penutup

Dunia baru yang diharapkan muncul belum tentu akan lebih baik dari yang ada saat ini, kamu masih punya harapan pada permainan yang kamu lakukan saat ini. Seberapa keras dunia mempermainkanmu, semakin kuat dirimu. Jangan patah arang untuk tetap hidup, untuk memperjuangkan cinta dan cita mu.





Noted : Series Alice in Borderland ini masih berstatus on going, penulis berencana akan menuliskan beberapa kelanjutan dari film tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Scout Mindset

Pilihlah Pemimpin