Jadilah sebagian Individualis
Have you ever hear about Individualism? Ya individualisme, sekelibat kata yang tidak asing buat gue dan lu yang udah hidup lebih dari miliaran detik lalu, sebuah kata yang datang dari pernyataan akan sikap tertentu. Apasih yang terbayang oleh lu ketika ada seseorang atau bahkan lu sendiri yang nyeletuk mengeluarkan kata tersebut? Mari kita kenal terlebih dahulu dengan makna individualis itu sendiri. Individualis merupakan suatu falsafah yang mempunyai pandangan moral atau sosial yang menekankan kepada kebebasan individu.
Seorang individualis akan melakukan pencapaian dan kendali pribadi, pada kenyataannya sebagian besar sikap dan penyesuaian ditentukan oleh persepsinya, ya setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti memiliki persepsi atau cara pandang yang berbeda. Karena lu, gue dan mereka tercipta dengan keberagaman yang mutlak. Kemudian kita tau bahwa hubungan antara diantara individualis dan egoisme itu hampir tidak bisa dipisahkan, walaupun setengah individualis adalah egois. Got my point? Biar gue persingkat makna individualis yang paling sering orang awam dengungkan adalah “Lo ya lo, gue ya gue” atau “Itu urusan lu, bukan urusan gue” dan “Hih apaansih tuh, gak banget deh”. Bener gak? Gua yakin lu pasti masih bertanya-tanya, apa tulisan gue bisa dipertanggungjawabkan kredibilitasnya, ya kan?. Oke next agar kita gak asbun, maka kita perlu mengetahui ciri dari sikap individualis itu sendiri. Pertama adalah seorang individualis yang sering sekali merendahkan status orang lain dan seorang yang iri hati atas pencapaian orang lain, contoh kasus adalah lu pernah disuruh buat kelompok tugas yang buat lu jungkir balik, tetek bengek buat nyelesain tugas kelompok itu dan pada akhirnya temen sekelompok lu malah nganggep bahwa lu ‘ga ngapa-ngapain’, kesel kan? Rasanya pengen nabok, nah mereka adalah seorang individualis tipe Aggressor. Kemudian yang kedua adalah seorang yang ‘kepala batu’ dan bersifat negatif, ‘kepala batu’ sama sekali gak sama dengan teguh pendirian loh ya karena mereka cenderung mengabaikan apa kata orang lain, ini adalah tipe individualis Blocker. Ketiga, sesuatu yang ‘menjadi gak dianggap’ itu memuakkan, ya pasti lu bahkan gue sendiripun gamau kalau berada di posisi lingkungan yang menganggap lu remeh, suka tidak suka pasti kita mau kalau keberadaan kita itu di anggap atau di apresiasi, ya kan? Namun seorang individualis tipe Recognition Seeker melakukannya dengan cara cari muka, dan sering dengan cara membual untuk membuatnya tidak berada di posisi rendah. Kemudian tipe yang keempat ini hampir mirip dengan tipe sebelumnya namun dengan yang berbeda yaitu dengan cara menarik simpati dengan embel-embel ungkapan rasa tidak aman dan ketidak tahuan atau sering kita kenal dengan pura-pura bego, merekalah individualis Help Seeker. Yang terakhir adalah yang paling sering kita temui, merekalah orang-orang penjilat ulung tipe individualis Dominator. Tercengang gak? Ternyata secara sadar ataupun tidak sadar kita atau orang-orang di lingkungan kita menjadi seorang individualis pada waktu-waktu tertentu atau malah hampir setiap waktu, who knows?. Lalu setelah mengetahuinya kita mau ngapain? Menjadi seperti itu? Menjauhi mereka yang individualis? Atau mau mencegah? Karena lu pun gabisa ngelak kalau mereka yang individualis terkadang merugikan lu. Kalau lu lebih memilih untuk menjauhi atau mengucilkan mereka yang individualis gue rasa lu sama sekali gak lebih baik dari mereka. Gue sama sekali ga menyarankan kalian melakukan hal itu, lakukanlah apa yang ingin di lakukan selagi itu baik untuk lu maupun orang lain. Asal kalian tau, mereka yang memiliki ideologi individiualis akan sulit untuk berkembang di bagian bumi seperti asia, timur tengah dan afrika yang kental akan kebersamaan dan toleransinya. Kita terlahir di Indonesia yang notabenenya merupakan negara di bagian asia. Lalu salahkah kita apabila menjadi seorang individualis? Tidak ada yang perlu disalahkan, karena kalian yang merasa bukan seorang individualis memangnya kalian lebih hebat dan lebih berkembang dibandingkan mereka, atau malah kalian yang lebih benalu karena selalu menggantungkan segalanya kepada kelompok. Kalian hanya perlu mengambil sisi positif dari sikap individualis itu sendiri, yaitu seorang individualis akan memaksimalkan dirinya untuk menjadi yang terbaik dengan cara mandiri dan kreatif. Loyalitas dan kebersamaan merupakan harga mati. Tapi di sini kita jangan melupakan prinsip individualis, dimana semua orang adalah musuh.
Seorang individualis akan melakukan pencapaian dan kendali pribadi, pada kenyataannya sebagian besar sikap dan penyesuaian ditentukan oleh persepsinya, ya setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti memiliki persepsi atau cara pandang yang berbeda. Karena lu, gue dan mereka tercipta dengan keberagaman yang mutlak. Kemudian kita tau bahwa hubungan antara diantara individualis dan egoisme itu hampir tidak bisa dipisahkan, walaupun setengah individualis adalah egois. Got my point? Biar gue persingkat makna individualis yang paling sering orang awam dengungkan adalah “Lo ya lo, gue ya gue” atau “Itu urusan lu, bukan urusan gue” dan “Hih apaansih tuh, gak banget deh”. Bener gak? Gua yakin lu pasti masih bertanya-tanya, apa tulisan gue bisa dipertanggungjawabkan kredibilitasnya, ya kan?. Oke next agar kita gak asbun, maka kita perlu mengetahui ciri dari sikap individualis itu sendiri. Pertama adalah seorang individualis yang sering sekali merendahkan status orang lain dan seorang yang iri hati atas pencapaian orang lain, contoh kasus adalah lu pernah disuruh buat kelompok tugas yang buat lu jungkir balik, tetek bengek buat nyelesain tugas kelompok itu dan pada akhirnya temen sekelompok lu malah nganggep bahwa lu ‘ga ngapa-ngapain’, kesel kan? Rasanya pengen nabok, nah mereka adalah seorang individualis tipe Aggressor. Kemudian yang kedua adalah seorang yang ‘kepala batu’ dan bersifat negatif, ‘kepala batu’ sama sekali gak sama dengan teguh pendirian loh ya karena mereka cenderung mengabaikan apa kata orang lain, ini adalah tipe individualis Blocker. Ketiga, sesuatu yang ‘menjadi gak dianggap’ itu memuakkan, ya pasti lu bahkan gue sendiripun gamau kalau berada di posisi lingkungan yang menganggap lu remeh, suka tidak suka pasti kita mau kalau keberadaan kita itu di anggap atau di apresiasi, ya kan? Namun seorang individualis tipe Recognition Seeker melakukannya dengan cara cari muka, dan sering dengan cara membual untuk membuatnya tidak berada di posisi rendah. Kemudian tipe yang keempat ini hampir mirip dengan tipe sebelumnya namun dengan yang berbeda yaitu dengan cara menarik simpati dengan embel-embel ungkapan rasa tidak aman dan ketidak tahuan atau sering kita kenal dengan pura-pura bego, merekalah individualis Help Seeker. Yang terakhir adalah yang paling sering kita temui, merekalah orang-orang penjilat ulung tipe individualis Dominator. Tercengang gak? Ternyata secara sadar ataupun tidak sadar kita atau orang-orang di lingkungan kita menjadi seorang individualis pada waktu-waktu tertentu atau malah hampir setiap waktu, who knows?. Lalu setelah mengetahuinya kita mau ngapain? Menjadi seperti itu? Menjauhi mereka yang individualis? Atau mau mencegah? Karena lu pun gabisa ngelak kalau mereka yang individualis terkadang merugikan lu. Kalau lu lebih memilih untuk menjauhi atau mengucilkan mereka yang individualis gue rasa lu sama sekali gak lebih baik dari mereka. Gue sama sekali ga menyarankan kalian melakukan hal itu, lakukanlah apa yang ingin di lakukan selagi itu baik untuk lu maupun orang lain. Asal kalian tau, mereka yang memiliki ideologi individiualis akan sulit untuk berkembang di bagian bumi seperti asia, timur tengah dan afrika yang kental akan kebersamaan dan toleransinya. Kita terlahir di Indonesia yang notabenenya merupakan negara di bagian asia. Lalu salahkah kita apabila menjadi seorang individualis? Tidak ada yang perlu disalahkan, karena kalian yang merasa bukan seorang individualis memangnya kalian lebih hebat dan lebih berkembang dibandingkan mereka, atau malah kalian yang lebih benalu karena selalu menggantungkan segalanya kepada kelompok. Kalian hanya perlu mengambil sisi positif dari sikap individualis itu sendiri, yaitu seorang individualis akan memaksimalkan dirinya untuk menjadi yang terbaik dengan cara mandiri dan kreatif. Loyalitas dan kebersamaan merupakan harga mati. Tapi di sini kita jangan melupakan prinsip individualis, dimana semua orang adalah musuh.
Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan dengan dasar pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya. Mohon dikoreksi apabila terdapat kesalahan nalar dan pemahaman serta hal-hal yang menyinggung. Terima Kasih.

Komentar
Posting Komentar