Tanya Dong!

Malu bertanya sesat dijalan, begitulah bunyi sebuah ungkapan yang sering kita dengarkan bahkan pernah kita lontarkan sejak kecil hingga dewasa kini. Sadarkah kita bahwa ungkapan sederhana tersebut memiliki makna yang besar dan mendalam, ungkapan tersebut memiliki arti jika segan untuk bertanya berarti kita akan rugi karena kita tidak akan menemukan jalan keluar dari masalah yang kita hadapi. Pada belahan bumi sebelah mana terdapat seseorang yang rela untuk merugi? Pasti jawabannya adalah tidak ada, tidak ada seorangpun
di dunia ini yang menginginkan dan mengharapkan kerugian atau kesulitan dalam hidupnya. Namun, kesulitan itu adalah sebuah metode seni yang dilakukan oleh Tuhan untuk menunjukkan kasih sayangnya atau malah sebuah kemurkaannya terhadapat kita. Menelisik kedalam wahyu Tuhan bahwa “Setiap kesulitan atau kerugian pasti terdapat kemudahan”, lalu darimanakah kita akan mendapatkan kemudahan tersebut? Ya tentu dengan melakukan sebuah usaha, salah satunya ialah berusaha untuk bertanya. Namun tradisi yang ada di masyrakat, mengucap sepatah kalimat tanya sungguh sulit, sesulit mengucap kata maaf. Apa karena ungkapan talk less do more membuat kita memilih untuk bungkam? Tidak, bahkan itu tidak bisa dijadikan alasan untuk malas bertanya. Rasa ragu, tidak pede dan selfish oriented sering menghinggapi dan menghalangi seseorang untuk melontarkan kalimat tanya. Dalam era modern saat ini kita mengenal dan akrab dengan internet, berbagai kemudahan ditawarkan oleh internet, salah satunya ialah memudahkan untuk berkomunikasi dengan mendekatkan yang jauh, dalam konteks kerabat, teman atau bahkan orang yang baru kita kenal sekalipun. Teringat pada suatu ketika saya menjadi seorang volunteer dan harus menghadiri suatu seminar nasional bertajuk go pangan lokal yang di selenggarakan oleh MITI dalam naungan Kementerian Pertanian di kampus Universitas Negeri Jakarta, untuk sampai kesana pun saya menggunakan fasilitas internet untuk menghubungi teman saya dan menanyakan kendaraan umum apa yang menuju sampai ke kampus tersebut, namun dalam pertengahan jalan saya kehilangan jejak teman saya, kami lost contact. Pada saat itu seketika teringat ungkapan malu bertanya sesat dijalan, saya sama sekali tidak berfikir panjang untuk hal itu, baiklah saya tidak akan melewatkan kesempatan ini gumamku. Tutup handphone-mu mari mulailah berkomunikasi dan jangan menjauhkan yang dekat, berbanding terbalik dengan konsep internet. Berangkat dari keberanian tersebut saya pun mulai melangkahkan kaki dan berjalan sampai ketempat tujuan, dengan begitu saya mengenal dan mengetahui karakteristik orang-orang yang saya temui dan mengenal daerah sekitar lebih dekat dan lebih menjiwai. Sungguh sangat menyenangkan rasanya dapat mengenal dan bercengkrama langsung dengan lingkungan sekitar, itulah anugrah Tuhan yang bertajuk Hablum Minannas.

Kembali lagi kepada ungkapan malu bertanya sesat dijalan dan internet, juga terkait layanan perbankan BNI kali ini juga mengembangkan fitur baru yang mereka sebut
BNI Twitter #Hashtag
layanan ini dapat di manfaatkan bagi para nasabah BNI atau calon Nasabah BNI yang ingin mengetahui informasi promo terkini terkait produk yang sedang BNI tawarkan dapat menggunakan layanan ini
berikut cara menggunakan layanan ini dikutip dari
Cara menggunakan BNI Twitter #Hashtag : #AskBNI

1. Follow Twitter @BNI46

2. Untuk info penggunaan, kirim Direct Message ke Twitter @BNI46 ketik #AskBNI. Akan ada reply via DM informasi cara penggunaannya.
3. Cara Penggunaan : (Kirim Direct Message) #Promo (spasi) #[Keyword] coontoh:

a. #Promo #Hotel

b. #Promo #Travel
c. #Promo #eCommerce
Untuk mengetahui semua Keyword Promo kirim DM, ketik: #HelpPromo
#AskBNI (spasi) #[Keyword] contoh:

a. #AskBNI #Taplus

b. #AskBNI #TaplusBisnis
c. #AskBNI #DebitCard
Untuk mengetahui semua Keyword #AskBNI kirim DM, ketik: #HelpBNI

Mau Bertanya, Gak Sesat DIJALAN!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harapan, dari Alice in Borderland

Scout Mindset

Pilihlah Pemimpin